Wednesday, September 30, 2015

Pekerjaanmu adalah istrimu yang akan menghantar mu untuk meraih sukses dalam hidupmu

“Berapa banyak uang yang kamu miliki Apakah itu membuat kamu meningkatkan ganda tabunganmu ?”


Saya terkejut dengan pertanyaan ini, dan berkeringat karena saya tidak bisa menjawabnya. Memang benar bahwa tabungan saya tidak meningkat sesuai dengan gaji saya. Kemudian, Papa yang duduk di sebelah mama menasehati :

“Kamu tidak menyadari bahwa kamu membuang banyak waktu berharga untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang baik dan tantangan. Mengapa kamu harus melakukan ini?. Kamu harus tahu jika kamu tetap bekerja di satu perusahaan maka kamu bisa mendapatkan gaji lebih dari apa yang kamu harapkan. Sekarang , ketika kamu melamar di perusahaan dan melihat CV kamu, direktur akan bertanya “mengapa kamu berhenti dari satu perusahaan untuk bekerja di perusahaan lain?” Kemudian dia bisa menolak aplikasi kamu karena ia hanya mempekerjakan seorang karyawan yang setia. Loyalitas adalah penting,. dan walaupun kamu pintar tetapi loyalitas tidak ada maka kamu tidak akan menerima gaji lebih besar dari rekan kamu yang memiliki loyalitas meskipun tidak pintar.”


Mama menambahkan :


“Kamu tidak tahu bahwa bekerja adalah seperti pernikahan, bukan?”

Saya tertawa setelah mendengar ini, tapi masih mendengarkan ayah saya, karena topik sangat sangat menarik. Papa menjelaskan :

“Ketika kamu ingin bekerja di sebuah perusahaan, 
kamu harus menerapkan dan mengirim surat lamaran kerja. 
Hal ini sama dengan ketika kamu ingin menikah seorang gadis, maka kamu juga harus pergi ke orang tuanya dan melamar dia menjadi istri kamu.”

Saya mulai berpikir tentang penjelasan papa, dan sedikit demi sedikit memahaminya. Mama melanjutkan :

“Setelah menikah seorang gadis, kamu tidak bisa menceraikannya. Kamu harus merawatnya.  Itu sama saja dengan pekerjaanmu. Setelah kamu diterima bekerja maka kamu harus memperlakukan pekerjaan kamu sebagai istrimu. Seperti istrimu, pekerjaanmu akan juga membuatmu dalam masalah jika kamu tidak merawatnya dengan baik. Jika kamu memiliki masalah dalam bekerja, maka sama saja bahwa kamu terhambat untuk mencapai keberhasilan. “

Secara tidak langsung dari percakapan dengan papa dan mama, saya mendapat pencerahan :

“jangan perlakukan pekerjaanmu seperti makan permen karet, 
namun perlakukan pekerjaanmu seperti istrimu 
sehingga kamu akan selalu termotivasi dan setia kepada pekerjaanmu 
sama seperti kamu setia pada istrimu. 
Keberhasilanmu bukan berasal dari pindah-pindah pekerjaan yang sangat sering. Tetapi dari fokus pada satu pekerjaan sampai kamu mencapai keberhasilan. 
Tidak seorangpun dapat mencapai sukses 
jika mereka melompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. 
Meskipun dalam pekerjaan baru kamu dipromosikan 
atau posisi lebih tinggi dari pekerjaan sebelumnya, 
tapi itu tidak berarti kamu sudah mencapai kesuksesan 
karena sukses kamu bukanlah yang sempurna. 
Kamu harus menyadari bahwa 
keberhasilan harus dicapai langkah demi langkah, 
prosesnya tidak dapat dipercepat 
dan proses ini harus berjalan normal menurut alam. “


Pekerjaanmu adalah istrimu yang akan menghantar mu untuk meraih sukses dalam hidupmu.

Your work is your wife who will deliver you to succeed in your life

"How much money do you have it make you double your savings increase?"


I was surprised by this question, and sweating because I can not answer. It is true that my savings did not increase in accordance with my salary. Then, Papa sitting beside mama advise:

"You do not realize that you are wasting a lot of precious time to find a job with a good salary and a challenge. Why do you have to do this ?. You should know that if you keep working at one company then you can earn more than what you expect. Now, when you are applying for in the company and see your CV, the director will ask "why do you stop from one company to work in another company?" Then he can reject your application because he just hired an employee who faithfully. Loyalty is important ,. and even if you are smart but loyalty is not there then you will not receive a salary greater than your peers who have loyalty although not smart. "


Mama added:


"You do not know that work is like a marriage, is not it?"

I laughed after hearing this, but still listen to my father, because the topic is very very interesting. Papa explains:

"When you want to work in a company,
You have to apply and send a job application.
This is the same as when you want to marry a girl, then you also have to go to her parents and applied for her to be your wife. "

I started thinking about the explanation papa, and little by little understood. Mama continued:

"After marrying a girl, you can not divorce her. You have to take care of him. It's the same with your work. Once you are accepted to work then you should treat your job as a wife. Such as your wife, your work will also get you in trouble if you do not take good care. If you have a problem at work, then the same thing that you are constrained to achieve success. "

Indirectly from the conversation with papa and mama, I was enlightened:

"Do not treat your job like chewing gum,
but treat your job like your wife
so you will always be motivated and loyal to your job
just as you are faithful to your wife.
Your success does not come from the work moved around very often. But of focusing on one job until you achieve success.
No one can achieve success
if they jump from one job to another.
Although the new job you promoted
or a higher position than previous work,
but that does not mean you've achieved success
because you are not a perfect success.
You should be aware that
success must be achieved step by step,
the process can not be accelerated
and this process should be running normally by nature. "


Your work is your wife who will deliver you to succeed in your life.

Monday, September 28, 2015

Anda seorang Jumper ?

Pada saat ini, banyak orang bekerja tanpa cinta apapun untuk apa yang mereka lakukan.  Mereka hanya melakukan tugas sehari-hari dan menyelesaikannya sesuai target.  Ini bagus dan tidak salah.  Namun, perlahan-lahan mulai menjadi kegiatan rutin yang membuat mereka tidak memiliki motivasi untuk mencapai lebih.

Motivasi kerja sangat penting dalam sebuah perusahaan.  Seorang karyawan yang bermotivasi tinggi akan menjadi aset yang sangat penting bagi perusahaan, dan biasanya akan memiliki gaji lebih besar daripada yang lain.  Namun, karyawan dengan motivasi tinggi juga akan menjadi masalah bagi perusahaan ketika tidak ada tantangan lagi.  Sebagai konsekuensi dari tidak ada tantangan, mereka akan berhenti dan mencari pekerjaan baru.

Pertanyaannya adalah: apakah benar-benar tidak ada tantangan dalam perusahaan?

Jawaban saya adalah: itu tidak benar.

Mengapa demikian?

Ini karena setiap pekerjaan selalu memiliki tantangan dari hari ke hari.

Namun, mengapa mereka berhenti?

Mereka berhenti dengan alasan klasik yaitu untuk memiliki penghasilan besar dari sebelumnya.  Bagi mereka, tantangan adalah sesuai dengan jumlah gaji yang diterima setiap bulan.  Pola pikir mereka adalah tantangan besar adalah gaji besar.

Jujur, mereka tidak semua salah.  Saya juga memiliki pola pikir yang sama sebelumnya, dan itu membuat saya selalu mencari pekerjaan baru dengan tantangan yang lebih besar dan gaji yang lebih besar.  Aku hampir menjadi seorang jumper yang melompat dari satu perusahaan ke perusahaan lain.  Sampai suatu hari, dalam sebuah acara makan malam bersama papa dan mama, saya mendapat pertanyaan dari mereka :

“Apa yang kamu dapatkan dari selalu memiliki pekerjaan baru?”

Jumper

At this time, many people are working without any love for what they do. They only perform everyday tasks and finish on target. This is good and not wrong. However, slowly started to become routine activities that make them do not have the motivation to achieve more.

Work motivation is very important in a company. An employee who is motivated will be a very important asset for the company, and will usually have higher salaries than others. However, employees with high motivation will be a problem for companies when there is no longer a challenge. As a consequence of no challenge, they will stop and look for a new job.

The question is: is there really no challenge within the company?

My answer is: it's not true.

Why is that?

This is because every job always has its challenges from day to day.

However, why did they stop?

They stopped by the classic reason is to have a large income than before. For them, the challenge is in accordance with the amount of salary received every month. Their mindset is a major challenge is the huge salary.

Honestly, they are not all wrong. I also have the same mindset before, and it makes me always look for a new job with greater challenges and a larger salary. I almost became a jumper that jumps from one company to another. Until one day, a dinner with papa and mama, I got a question from them:

"What you get from always having a new job?"

Sunday, September 27, 2015

Bahagia seperti apa yang diinginkan ?

“Bahagia seperti apa yang diinginkan ?”

Kalau sudah demikian, ada bermacam-macam jawaban : ingin rumah besar dengan kolam renang, ingin keliling dunia….dan seterusnya.

Menentukan tujuan hidup adalah penting, sebab bisa membuat hidup menjadi terarah, jelas arah dan tujuannya. Coba saja di satu hari ke mall tetapi tidak menentukan maksud ke mall…apa yang terjadi ? kita bisa kelilingi mall dari sudut ke sudut, dari lantai ke lantai selama seharian, dan yang akan bisa terjadi adalah terus belanja sampai akhirnya habis duit. Nah apakah ini tidak disebut tragedi ? Habis duit gara-gara ke mall tanpa tujuan ! 

Lain halnya kalau pergi ke mall memang bertujuan membeli sesuatu atau untuk menemui teman atau untuk nonton bioskop. Pastinya setelah sampai di mall, akan bergegas menuju toko yang menjual barang yang akan dibeli, langsung menuju tempat pertemuan dengan teman, atau langsung menuju ke gedung bioskop.

Menentukan tujuan hidup adalah tidak mudah dan tidak susah. Menjadi gampang kalau sedikit yang diinginkan, dan akan menjadi sulit kalau banyak yang diinginkan. Kalau banyak yang diinginkan akan membuat sulit menentukan yang ingin dicapai terlebih dahulu, yang akhirnya berakibat pada kebingungan dan menjadikan tidak tahu tujuan hidup. 

Nah celakanya, bisa jadi semakin hari juga semakin banyak yang diinginkan. Kalau ini terjadi, maka akan menjadi semakin bias tujuan yang ingin dicapai karena terlalu banyak yang diinginkan.

Mempunyai banyak tujuan atau keinginan itu tidaklah salah, yang salah adalah manakala kita tidak bisa menentukan tujuan atau keinginan yang ingin dicapai terlebih dahulu. 

Supaya bisa melakukannya, yang saya selalu lakukan adalah menyusun semua keinginan yang ada dan kemudian dibuat prioritas keinginan yang bisa dan mudah dicapai terlebih dahulu. Sesudah itu, melangkah setahap demi setahap untuk meraih tujuan. 

Kalau gagal, harus bagaimana ?

What Happiness as what you want?

"What Happiness as what you want?"

If it is so, there is an assortment of answers: want a big house with a swimming pool, wants to travel around the world ... and so on.

Determining the purpose of life is important, because it could make life becomes focused, clear direction and purpose. Try it in one day to the mall but did not specify the intent to mall ... what happened? we could surround the mall from corner to corner, from floor to floor during the day, and that will happen is keep shopping until eventually run out of money. Well if this is not called a tragedy? Run out of money because the mall aimlessly!

Another case if you go to the mall are aimed to buy something or to meet friends or to the movies. Surely after arriving at the mall, will be rushed to stores that sell the goods to be purchased, straight to the meeting place with friends, or go directly to the theater.

Determining the purpose of life is not easy and not difficult. Becomes easier if a little to be desired, and it will be difficult if the lot to be desired. If a lot to be desired would make it difficult to determine which is to be achieved first, which eventually resulted in confusion and made do not know the purpose of life.

Well unfortunately, it could be more days are also more desirable. If this happens, it will become increasingly biased goals to be achieved because it is too much to be desired.

Have many goals or desires it is not wrong, wrong is when we can not determine the purpose or desire to be achieved first.

In order to do so, which I always do is compile all existing desires and then made a priority and desire that can easily be reached first. After that, step step by step to reach the goal.

If it fails, what to do?

Saturday, September 26, 2015

What a happy do you want?

When asked:

What is the purpose of your life?

Then what is the answer?

There is a fast and swift answer. But there are pensive confused about what to answer, and as ultimately confused many who carelessly replied:

"The purpose of my life is to be happy!"

If the answer:

"The purpose of my life is to be happy"

Another question will arise:

"What a happy do you want?"

Want to know the answer? Follow the next post. :)